Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin(KOMPAS.com/ Ruby Rachmadina)

PAM Jaya Sumbang Dividen Jumbo Rp 257 Miliar, Kas Pemprov DKI Makin Segar!

JAKARTA — Langkah PT PAM Jaya (Perseroda) pasca-pengambilalihan penuh pengelolaan air bersih di Jakarta tampaknya mulai menunjukkan taringnya. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini resmi mencatatkan setoran dividen fantastis senilai Rp 257 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tahun buku 2025.

Angka ini melonjak tajam dibandingkan setoran perdana mereka sebelumnya yang hanya berada di angka Rp 62,37 miliar. Lonjakan drastis ini mencatatkan pertumbuhan hingga 312,7 persen.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kemandirian pengelolaan air di Ibu Kota setelah kontrak kerja sama dengan dua pihak swasta—PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra)—resmi berakhir pada 31 Januari 2023 silam. Sejak saat itu, kendali penuh layanan air bersih resmi dipegang penuh oleh PAM Jaya.

“Setoran pertama kami Rp 62,37 miliar, kemudian tahun 2025 sudah mencapai Rp 257 miliar,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Senin (2/11/2026).

Targetkan Dividen Rp 230 Miliar untuk 2026

Tak ingin berpuas diri, PAM Jaya bahkan memasang target ambisius untuk tahun 2026 ini dengan proyeksi pembagian dividen sebesar Rp 230 miliar. Menariknya, Arief membuka peluang lebar bahwa nilai tersebut bisa saja bertambah seiring berjalannya waktu hingga menutup akhir tahun.

Selain mendulang laba dari dividen, BUMD air bersih ini juga konsisten menyumbang pendapatan daerah melalui sektor pajak dan retribusi:

Pajak Daerah: Naik dari Rp 16,67 miliar (2024), meningkat jadi Rp 17,77 miliar (2025), hingga menembus Rp 18,02 miliar pada 2026.

Retribusi Daerah: Tercatat Rp 396 juta (2024), Rp 302 juta (2025), dan Rp 94 juta (2026).

Seluruh dana segar dari setoran dividen tersebut nantinya akan masuk langsung ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, yang kemudian dialokasikan kembali demi kepentingan masyarakat luas.

“Dividen diolah lagi untuk pastinya ke masyarakat,” pungkas Arief.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *