Bocah berisinakl CA (3) yang kini dirawat di PSAAB Tunas Bangsa setelah adik dibunuh ayah tiri

Dinsos DKI Evakuasi Kakak Balita Korban Penganiayaan di Jaksel ke Panti Cipayung

JAKARTA — Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta bergerak cepat mengamankan CA (3), bocah laki-laki yang merupakan kakak dari balita berinisial SF (1 tahun 10 bulan) yang tewas dianiaya ayah tirinya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Saat ini, CA telah berada dalam perlindungan dan penanganan penuh di Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAAB) Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tampubolon, mengonfirmasi bahwa penanganan CA dilakukan sesaat setelah pengungkapan kasus kematian tragis sang adik.

“Anak sudah kami bawa ke Panti Balita Cipayung untuk dirawat,” kata Bernard saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Pendampingan dan Pemeriksaan Kesehatan

Kepala PSAAB Tunas Bangsa, Rida Mufrida, menjelaskan bahwa pihak panti memfokuskan hari pertama kedatangan CA untuk proses adaptasi lingkungan. Langkah ini diambil agar kondisi psikologis balita tersebut tenang sebelum menjalani rangkaian pemeriksaan fisik.

“Rencananya besok mau kami bawa ke puskesmas karena hari ini CA kami fokuskan untuk beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan panti,” ujar Rida.

Berdasarkan pemantauan awal di panti, CA mulai memperlihatkan respons positif dan berinteraksi dengan anak-anak lainnya di bawah pengawasan ketat tim pengasuh. Secara fisik luar, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh CA, meski kondisinya tetap akan diperiksa secara medis secara menyeluruh di puskesmas.

Tragedi Penganiayaan Tragis

Langkah evakuasi terhadap CA dilakukan menyusul peristiwa penganiayaan yang menimpa adiknya, SF. Korban menghembuskan napas terakhir usai dianiaya oleh ayah tirinya, Alfian Rudiansyah (22), pada Sabtu (31/10/2026) malam di sebuah fasilitas umum kawasan Kebayoran Lama.

Hasil pemeriksaan tim dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati mengungkap bahwa korban SF tidak hanya mengalami kekerasan fatal saat kejadian, tetapi juga diduga kuat mengalami penganiayaan berulang sebelumnya. Tim medis menemukan sejumlah luka memar di bagian wajah, dada, perut, hingga ekstremitas, serta bekas patah tulang dan indikasi kekurangan gizi kronis.

Kini tersangka telah diamankan oleh aparat kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, sementara CA mendapatkan perlindungan penuh di bawah pengawasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *